Fasilitas Olahraga Jakarta Disiapkan Jadi Lokasi Nobar Piala Dunia Hingga Final
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Jakarta — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta memastikan seluruh Gelanggang Olahraga (GOR) yang tersebar di lima wilayah kota administrasi akan dialihfungsikan sementara sebagai lokasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia. Fasilitas publik ini bakal memfasilitasi warga mulai dari babak perdelapan final, semifinal, hingga laga puncak.
Keputusan ini diambil setelah jajaran Dispora DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pengelola gelanggang di ibu kota. Langkah tersebut diambil guna memastikan kesiapan fasilitas dalam menyambut antusiasme warga.
Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, dalam keterangannya pada Sabtu (11/7/2026), menyatakan bahwa distribusi lokasi nobar akan merata di seluruh wilayah Jakarta. Sebagai contoh, wilayah Jakarta Selatan dikabarkan bakal mengoperasikan tiga titik GOR sekaligus untuk mengakomodasi pencinta sepak bola.
Mengingat sejumlah pertandingan krusial dijadwalkan berlangsung pada dini hari dan pagi hari waktu setempat, pihak dinas mengakui adanya tantangan operasional yang cukup besar. Pertandingan final, misalnya, dijadwalkan bersiap sepak mula pada pukul 02.00 WIB.
"Memang kita butuh effort yang sangat besar karena finalnya jam dua pagi," ujar Andri pada Sabtu (11/7/2026).
Meski menghadapi kendala waktu, manajemen Dispora tetap berkomitmen menggulirkan program ini. Guna meningkatkan kenyamanan warga yang hadir di lokasi, masing-masing pengelola GOR diinstruksikan untuk menyediakan fasilitas penunjang, termasuk penyediaan makanan ringan dan minuman secara gratis.
Program pemanfaatan aset daerah ini merupakan bagian dari instruksi pimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuannya adalah membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menggunakan fasilitas milik pemerintah sebagai ruang interaksi sosial selama turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut berlangsung.
Selain di lingkungan dinas olahraga, kegiatan serupa juga direncanakan bergulir di tingkat administratif lain seperti kantor kelurahan, kecamatan, hingga kantor wali kota di seluruh Jakarta. (*)